Teori sastra, kritik sastra, dan sejarah sastra serta kaitannya

NAMA : ATHALILAH NUR ZUBAID

NIM : 22016088

PRODI : PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DAN DAERAH

TEORI SASTRA, KRITIK SASTRA, DAN SEJARAH SASTRA

A. PENGERTIAN TEORI SASTRA, KRITIK SASTRA DAN SEJARAH SASTRA

Pada dasarnya ilmu sastra terbagi menjadi tiga bagian, yakni: (1) teori sastra; sejarah sastra; (2) dan (3) kritik sastra. Ketika kita berbicara tentang sastra maka tidak akan lepas dari bagian-bagian ilmu sastra tersebut. Teori sastra merupakan bidang ilmu sastra yang mempelajari tentang konsep-konsep dasar yang ada pada sastra. Teori sastra ialah cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang prinsip-prinsip, hukum, kategori, kriteria karya sastra yang membedakannya dengan yang bukan sastra. Secara umum yang dimaksud dengan teori adalah suatu sistem ilmiah atau pengetahuan sistematik yang menerapkan pola pengaturan hubungan antara gejalagejala yang diamati. Teori berisi konsep/uraian tentang hukum-hukum umum suatu objek ilmu pengetahuan dari suatu titik pandang tertentu.

Sejarah sastra merupakan cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang sejarah berdirinya sastra mulai awal sampai pada masa perkembangannya saat ini. Sejarah sastra merupakan bagian dari ilmu sastra yang mempelajari perkembangan sastra dari waktu ke waktu. Di dalamnya dipelajari ciri-ciri karya sastra pada masa tertentu, para sastrawan yang mengisi arena sastra, puncak-puncak karya sastra yang menghiasi dunia sastra, serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di seputar masalah sastra. Sebagai suatu kegiatan keilmuan sastra, seorang sejarawan sastra harus mendokumentasikan karya sastra berdasarkan ciri, klasifikasi, gaya, gejala-gejala yang ada, pengaruh yang melatarbelakanginya, karakteristik isi dan tematik.

Dalam ilmu sejarah sastra keberadaan sastra lama akan menjadi prioritas, karena sejarah dianggap sebagai penentu lahirnya kisah sejarah berikutnya. Sehingga keberadaan satu dengan lainnya saling menghargai. Apapun wujud karya sastra lama pada abad ke-20 hakikatnya memiliki keindahan dan penilaian yang baik pada masanya, sehingga tidak bisa dibandingkan dengan keberadaan sastra-sastra baru masa sekarang. Justru sastra masa sekarang tercipta karena melihat ke belakang yakni belajar dari sebuah teknik penulisan, gaya (style), dan juga sejarah pada masanya sastra klasik. Akan tetapi berbeda dengan teori sastra, teori sastra selalu bertumpu pada teori yang paling baru. Teori bersifat mutakhir. Teori lama harus ditinggalkan ketika muncul teori baru yang dianggap lebih relevan untuk digunakan. Hal ini disebabkan karena teori adalah alat penelitian dan hasil penemuan. Selain itu teori juga merupakan ilmu pengetahuan yang akan selalu berkembang seiring dengan perkembangan manusia.

Kritik sastra merupakan cabang ilmu sastra yang terakhir setelah kita mempelajari teori dan sejarah sastra. Kritik sastra adalah cabang ilmu sastra yang berisi tentang tata cara penilaianterhadap karya-karya sastra. Untuk  membuat suatu kritik yang baik, diperlukan kemampuan mengapresiasi sastra, pengalaman yang banyak dalam menelaah, menganalisis, mengulas karya sastra, perbedaan atau persamaan persamaan karya sastra pada periode- periode tertentu. Secara keseluruhan dalam pengkajian karya sastra, antara teori sastra, sejarah sastra dan kritik sastra terjalin keterkaitan.

 

B. HUBUNGAN TEORI SASTRA, KRITIK SASTRA DAN SEJARAH SASTRA 

Teori sastra . teori sastra adalah satu cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang hakikat,unsur-unsur, dan penilaian terhadap karya sastra.Sejarah Sastra. Sejarah sastra yaitu satu cabang ilmu sastra yang mempelajari tenang perkembangan sastra sejak awal sampai sekarang.Kritik Sastra. Kritik sastra adalah satu cabang ilmu sastra yang menilai tentang baik buruknya, indah tidaknya suatu karya sastra.

Hubungan Antara Teori Sastra, Sejarah Sastra, dan Kritik Sasatra
Dalam konsep sastra ketiga aspek tersebut sangat erat kaitannya, khususnya dalam pembelajaran sastra. Dalam mempelajari sastra kita dituntut mempelajari teori sastra terlebih dahulu, yang mencakup hakikat sastra, unsur sastra, dan penilaian terhadap karya sastra agar kita dapat mempelajari sastra sesuai dengan fakta yang ada dan dapat dituntut secara rasional.

Selanjutnya sejarah sastra yang merupakan kebenaran dari suatu karya sastra, karena jika suatu sastra memiliki sejarah yang jelas dan bukti yang kuat, maka karya sastra tersebut dapat diakui kebenarannya.

Hubungan kritik sastra dengan pembelajaran karya sastra yaitu, dimana kita menilai tentang bobot yang dimiliki suatu karya sastra, baik itu penilaian mengenai keindahan, kelebihan, kekurangan dll.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Sastra

Pendekatan Mimetik, Ekspresif dan Pragmatik