Hakikat Sastra Dan Kesusastaan
NAMA : ATHALILAH NUR ZUBAID
NIM : 22016088
PRODI : PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
SESI :0025
HAKIKAT SASTRA DAN KESUSASTRAAN
A. HAKIKAT SASTRA
Kata sastra dalam bahasa indonesia berasal dari bahasa Sanskerta. Akar katanya Cas yang berarti memberi petunjuk, mengarahkan, mengajar. Akhiran tra biasanya meunjukkan alat, sarana.Oleh karena itu sastra dapat diartikan sebagai alat untuk mengajar, buku petunjuk, buku instruksi atau pengajaran. Kata susastra adalah kata ciptaan Jawa dan Melayu. Kata itu mengandung arti pustaka, buku atau naskah. Sastra diciptaan oleh pengarang berdasarkan kenyataan sosia yang ada dalam masyarakat, sehingga sastra dapat juga dikatakan sebagai cermin kenyataan. Wellek dan Warren (2016:3) mengatakan bahwa “Sastra adalah suatu kegiatan kreatif, sebuah karya seni”. Secara umum, pengertian sastra adalah hasil cipta manusia berupa tulisan maupun lisan, bersifat imajinatif. Sastra berbicara hidup dan kehidupan, tentang berbagai persoalan hidup manusia, tentang hidup sekitar manusia, tentang hidup pada umumnya, yang semua diungkapkan dengan cara dan bahasa yang khas. Pentingnya kita memahami hakikat sastra terlebih dahalu karena sastra memiliki berbagai jenis dan bentuk, satu diantaranya adalah novel. Karya sastra adalah karya yang dibuat oleh pengarang atau sastrawan. Tujuannya adalah memberi kesan dan menghibur kepada pembacanya. Sebuah karya sastra tidak akan terlepas dari fiksionalitasnya yang menceritakan berbagai masalah kehidupan manusia dalam interaksinya dengan lingkungan dan sesama interaksinya dengan diri sendiri, serta interaksinya dengan Tuhan.
“Karya sastra adalah dunia imajinasi dan fiksi, karya sastra merupakan dunia rekaan yang realitas atau faktanya telah dibuat sedemikian rupa oleh pengarang”. Sejalan dengan pendapat tersebut, Faruk (2015:77) mengatakan bahwa “Karya sastra adalah objek manusiawi, fakta kemanusiaan, atau fakta kultural, sebab merupakan hasil ciptaan manusia. Karya sastra lahir di tengah-tengah masyarakat merupakan sebuah hasil dari imajinasi seseorang pengarang serta merupakan sebuah refleksi terhadap gejala-gejala sosial yang timbul disekitarnya. Menurut Nurgiyantoro ( 2015:10) mengungkapkan bahwa “Karya sastra merupakan karya cipta yang baru yang menampilkan dunia dalam bangun kata yang bersifat otonimi, artinya karya sastra hanya tunduk pada hukumnya sendiri”. Jadi, karya sastra adalah wahana yang dibuat untuk mengungkapkan perilaku manusia dalam menjalani kehidupan sosial. Karya sastra merupakan sistem tanda yang mempunyai makna yang mempergunakan medium bahasa. Mengkaji sastra adalah suatu hal yang menarik dan tidak pernah terhenti selagi karya sastra itu masih diciptakan.
Sastra merupakan suatu kegiatan kreatif dalam seni yang erat kaitannya dengan realitas kehidupan. Karya sastra muncul dengan perpaduan kenyataan dan kreatifitas pengarang. Karya sastra merupakan hasil imajinasi manusia yang mengambil kehidupan manusia sebagai sumber inspirasinya. Menurut Ratna (2005:312), hakikat karya sastra adalah rekaan atau yang lebih sering disebut imajinasi. Imajinasi dalam karya sastra adalah imajinasi yang berdasarkan kenyataan. Hal ini sejalan dengan pendapat Endraswara (2011: 78) yang menyatakan bahwa karya sastra merupakan ekspresi kehidupan manusia yang tak lepas dari akar masyarakatnya. Karya sastra sebagai suatu potret kehidupan yang berisi tentang cerminan kehidupan nyata yang menimbulkan sifat sosial pada diri manusia. Karya sastra tercipta dari masalah di masyarakat yang menarik untuk dituangkan dalam tulisan kreatif dan imajinatif. Meskipun pada hakikatnya karya sastra adalah rekaan, karya sastra dikonstruksi atas dasar kenyataan.
Menurut pandangan Sugihastuti (2007: 81-82) karya sastra merupakan media yang digunakan oleh pengarang untuk menyampaikan gagasan-gagasan dan pengalamannya. Karya sastra juga dapat merefleksikan pandangan pengarang terhadap berbagai masalah yang diamati di lingkungannya.
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa karya sastra adalah sebuah karya seni yang menggambarkan realitas kehidupan yang dituangkan dalam tulisan kreatif untuk menyampaikan gagasan pengarang. Oleh karena itu, karya sastra sering dijadikan sebagai media untuk menyampaikan pengalaman orang lain maupun pengalaman pengarang sendiri.
B. KESUSASTRAAN
Ada bermacam-macam definisi tentang kesusastraan. Namun demikian, diskusi tentang hakikat sastra sampai sekarang masih hangat. Hal itu karena banyak definisi yang tidak memuaskan.
Definisi-definisi yang pernah ada kurang memuaskan karena :
a. Pada dasarnya sastra bukanlah ilmu, sastra adalah cabang seni. Seni sangat ditentukan oleh
faktor manusia dan penafsiran, khususnya masalah perasaan, semangat, kepercayaan.
Dengan demikian, sulit sekali dibuat batasan atau definisi sastra di mana definisi tersebut
dihasilkan dari metode ilmiah.
b. Orang ingin mendefinisikan terlalu banyak sekaligus. Seperti diketahui, karya sastra selalu
melekat dengan situasi dan waktu penciptaannya. Karya sastra tahun 1920-an tentu berbeda
dengan karya sastra tahun 1966. Kadang-kadang definisi kesusastraan ingin mencakup
seluruhnya, sehingga mungkin tepat untuk satu kurun waktu tertentu tetapi ternyata kurang
tepat untuk yang lain.
c. Orang ingin mencari definisi ontologis tentang sastra (ingin mengungkap hakikat sastra).
Karya sastra pada dasarnya merupakan hasil kreativitas manusia. Kreativitas merupakan
sesuatu yang sangat unik dan individual. Oleh sebab itu sangat tidak memungkinkan jika
orang mau mengungkap hakikat sastra.
d. Orientasinya terlalu kebarat-baratan. Ketika orang mencoba mendefinisikan kesusastraan,
orang cenderung mengambil referensi dari karya-karya barat. Padahal belum tentu telaah
yang dilakukan untuk karya sastra Barat sesuai untuk diterapkan pada karya sastra
Indonesia.
e. Biasanya terjadi percampuran antara mendefinisikan sastra dan menilai bermutu tidaknya
suatu karya sastra. Definisi mensyaratkan sesuatu rumusan yang universal, berlaku umum,
sementara penilaian hanya berlaku untuk karya-karya tertentu yang diketahui oleh pembuat
definisi.
Beberapa definisi yang pernah diungkapkan orang :
a.) Sastra adalah seni berbahasa.
b.) Sastra adalah ungkapan spontan dari perasaan yang mendalam.
c.) Sastra adalah ekspresi pikiran (pandangan, ide, perasaan, pemikiran) dalam bahasa.
d.) Sastra adalah inspirasi kehidupan yanag dimateraikan dalam sebuah bentuk keindahan.
e.) Sastra adalah buku-buku yang memuat perasaan kemanusiaan yang mendalam dan kebenaran moral dengan sentuhan kesucian, keluasan pandangan, dan bentuk yang mempesona.
f.) Sastra adalah ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat, keyakainan dalam suatu bentuk gambaran kongkret yang membangkitkan pesona dengan alat bahasa.
g.) Sesuatu disebut teks sastra jika (1) teks tersebut tidak melulu disusun untuk tujuan
komunikatif praktis atau sementara waktu, (2) teks tersebut mengandung unsur fiksionalitas,
(3) teks tersebut menyebabkan pembaca mengambil jarak, (4) bahannya diolah secara
istimewa, dan (5) mempunyai keterbukaan penafsiran.
Sampai saat ini ada keyakinan bahwa ada tiga hal yang membedakan karya sastra dengan karya
tulis lainnya, yaitu
a. sifat khayali
b. adanya nilai-nilai seni/estetika
c. penggunaan bahasa yang khas
Komentar
Posting Komentar